0813-3985-1650

Memastikan Ketersedian Darah Di PMI, MUI Provinsi Bali Adakan Donor Darah

DENPASAR, Ahad (07/06/2020) Ratusan Warga silih berganti menuju ke komplek Sekolah Harapan Mulia Jl. Pura Demak No.19, Pemecutan Klod, Kecamatan Denpasar Barat,Kota Denpasar Provinsi Bali

Para warga datang untuk melakukan donor darah, kegiatan yang diinisiasi MUI bersama Lembaga Islam se-Bali bekerjasama dengan PMI Bali.

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan kegiatan ini dimulai dari jam 07.30-15.00. Mulai dari kehadiran yang terjadwal, jaga jarak, ukur suhu dan cuci tangan tetap dilakukan serta dalam pengawasan yang ketat. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 yang sudah jadi pandemi.

“Kepedulian terhadap sesama harus tetap dijalankan, meskipun di musim pandemi ini. Namun harus tetap memperhatikan protokol kesehatan”. Ujar mukti korlap donor darah CC MUI.
“Kalo ada warga yang ikut donor dan tidak cuci tangan, tidak pakai masker serta tidak mau jaga jarak. maka tidak kita -terima”.Jelas Arif salah satu panitia donor darah dari ACT- Bali. Ia juga menambahkan bahwa phisycal ditancing juga menjadi perhatian saat donor darah hari ini. kita tidak ingin menambah jumlah pasien pasien positif di bali.

“Tujuan kegiatan kali ini merupakan respon dari elemen masyarakat Bali, khususnya ummat Islam untuk memenuhi kebutuhan darah di PMI yang masih kurang “.Ujar Farida Hanum salah satu panitia yang juga ketua ICMI Bali.

Donor darah kali ini sangat berbeda dengan donor darah biasanya, para peserta khususnya warga masyarakat yang kurang mampu setelah berdonor mereka mendapat paket sembako.

” Bagi warga yang sudah bersedia berdonor kami berikan paket sembako sebagai bagian dari apresiasi dan juga membantu warga yang terdampak ekonomi akibat pandemi Cobid-19″. Kata Husein selaku ketua CC MUI.

Acara donor darah ini berjalan lancar karena mendapat dukungan dan pengamanan dari pecalang serta kepolisian setempat. Selain itu kegiatan donor darah kali ini juga dihadiri oleh anggota DPD RI perwakilan Bali H Bambang S, Wagub Bali Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si. dan KaKanwil BI Bali Trisno Nugroho

Kewajiban Berqurban

Dalam sejarahnya, qurban adalah syariat yang turun dimasa nabi Ibrahim AS, dimana nabi Ibrahim A.S diperintahkan Allah S.W.T untuk menyebelih anaknya Ismail A.S. Maka karena ketaatan nabi Ibrahim dan juga nabi Ismail kepada Allah S.W.T, merekapun melaksanakan perintah tersebut. Namun, ketika nabi Ibrahim hendak menyembelih Ismail Allah menggantikannya dengan seekor kambing. Syariat yang dicontohkan oleh nabi Ibrahim dan anaknya Ismail ini menggambarkan sebuah pengorbanan, komitmen dan cinta seorang hamba kepada Allah yang diharapkan dapat menjadi tauladan bagi generasi selanjutnya.

Ibadah Qurban bukan sekedar uang, dimana juga diperlukan keimanan dan keikhlasan bagi seorang hamba dalam melaksanakan ibadah sunnah ini. Ibadah ini juga merupakan bentuk penghambaan kepada Allah S.W.T dan juga ketaqwaan dalam menjalankan perintah Allah S.W.T. maka dalam menjalankan ibadah ini diperlukan semangat dan keseriusan untuk mendapatkan balasan berupa pahala dari Allah S.W.T dan juga sebagai momentum mendekatkan diri kita kepada Allah S.W.T

Ibadah Qurban hukumnya sunnah muakkadah. Artinya sebuah syariat yang sangat dianjurkan untuk ditunaikan oleh setiap hamba. Tidak sampai wajib, namun tentu menunaikan ibadah ini akan mendapatkan posisi terbaik dihadapan Alloh SWT. Rasululah Saw bersabda :

أخبرنا الحسن بنl عن أبي هريرة رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « من وجد سعة لأن يضحي فلم يضح ، فلا يحضر مصلانا »

“Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: Siapa yang memperoleh kelapangan untuk berkurban, dan dia tidak mau berkurban, maka janganlah hadir dilapangan kami (untuk shalat Ied).” [HR Ahmad, Daru qutni, Baihaqi dan al Hakim]

”Rasulullah memerintahkan kepadaku untuk mengurusi hewan kurbannya, membagi-bagikan dagingnya, kulit dan pakaiannya kepada orang-orang miskin, dan aku tidak diperbolehkan memberi sesuatu apapun dari hewan kurban (sebagai upah) kepada penyembelihnya.

Hikmah dari berkurban yaitu:

  1. Bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan.
  2. Menghidupkan ajaran nabi Ibrahim A.S.
  3. Agar setiap mukmin mengingat tauladan ketaatan nabi Ibrahim dan nabi Ismail A.S. serta pengorbanannya.
  4. Ibadah qurban lebih baik daripada bersedekah dengan uang yang senilai dengan hewan qurban. Ibnul Qayyim berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan udhiyah.”

Hidup di dunia ini penuh dengan pengorbanan, dalam menggapai cita-cita dunia saja kita perlu pengorbanan, apalagi untuk mendapatkan surga tentu saja kita juga perlu melakukan pengorbanan? Dengan berqurban kita telah melakukan suatu pengorbanan, dimana kita berusaha mengharap ridho Allah atas hewan yang kita qurbankan. Agar dapat menjadi amal kebaikan kelak bagi kita sendiri. Selain itu qurban juga wujud nyata kepedulian kita terhadap sesama muslim terutama kaum yang membutuhkan.

Open chat
1
Butuh Bantuan
Assalamualaikum..
Ada yang bisa kami bantu?