0813-3985-1650

Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan atau yang dikenal juga sebagai zakat profesi; zakat pendapatan adalah bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan / penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Nishab zakat penghasilan sebesar 85 gram emas per tahun. Kadar zakat penghasilan senilai 2,5%.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, penghasilan yang dimaksud ialah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lainnya yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan dengan nilai nishab perbulannya adalah setara dengan nilai seperduabelas dari 85 gram emas (mengikuti harga Buy Back emas pada hari dimana zakat akan ditunaikan), dengan kadar 2,5%. Jadi apabila penghasilan setiap bulan telah melebihi nilai nishab bulanan, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari penghasilannya tersebut

Ada banyak jenis profesi dengan pembayaran rutin maupun tidak, dengan penghasilan sama dan tidak dalam setiap bulannya. Jika penghasilan dalam 1 bulan tidak mencapai nishab, maka hasil pendapatan selama 1 tahun dikumpulkan atau dihitung, kemudian zakat ditunaikan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab.

Nishab Zakat Penghasilan85 gram emas
Kadar Zakat Penghasilan2,5%
Haul1 tahun

Cara menghitung Zakat Penghasilan:

2,5% x Jumlah penghasilan dalam 1 bulan

Contoh:

Jika harga emas pada hari ini sebesar Rp800.000/gram, maka nishab zakat penghasilan dalam satu tahun adalah Rp68.000.000,-. Penghasilan Bapak Fulan sebesar Rp10.000.000/ bulan, atau Rp120.000.000,- dalam satu tahun. Artinya penghasilan Bapak Fulan sudah wajib zakat. Maka zakat Bapak Fulan adalah Rp250.000,-/ bulan.

Tunaikan zakat penghasilan anda ke BAZNAS dengan cara klik di sini

(Sumber: Al Qur’an Surah Al Baqarah ayat 267, Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019, Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003, dan pendapat Shaikh Yusuf Qardawi).

Definisi Sedekah

Ayo…! Tunaikan Sedekah Anda

Sedekah merupakan kata yang sangat familiar di kalangan umat Islam. Sedekah diambil dari kata bahasa Arab yaitu “shadaqah”, berasal dari kata sidq (sidiq) yang berarti “kebenaran”. Menurut peraturan BAZNAS No.2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum.

Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271,

“Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271).

1. Sedekah Tidak Mengurangi Harta

“Sedekah adalah ibadah yang tidak akan mengurangi harta, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda untuk mengingatkan kita dalam sebuah riwayat Muslim, “sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim).  Mengapa sedekah tidak akan mengurangi harta? Karena meskipun secara tersurat harta terlihat berkurang, namun kekurangan tersebut akan ditutup dengan pahala di sisi Allah SWT dan akan terus bertambah kelipatannya menjadi lebih banyak. Hal ini merupakan janji Allah yang termaktub dalam surat Saba “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).

2. Sedekah Menghapus Dosa

Sebagai makhluk Allah SWT yang tak luput dari dosa, umat Islam senantiasa diberikan berbagai keistimewaan agar berkesempatan untuk bertaubat dan menghapus dosa-dosanya dengan cara yang yang diridhai oleh Nya. Salah satunya dengan sedekah.

Sedekah merupakan ibadah yang istimewa, ia dapat memudahkan kita dalam menghapus dosa-dosa. Rasulullah SAW pernah bersabda “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api. (HR. At-Tirmidzi).

3. Sedekah Melipatgandakan Pahala

Sedekah memberikan banyak keistimewaan kepada pelakunya, salah satu diantaranya adalah Allah SWT akan memberikan pahala yang banyak untuk orang yang bersedekah. Allah SWT berfiman,

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

Itulah beberapa keistimewaan sedekah. Begitu banyak nikmat Allah dalam bersedekah, semoga kita termasuk ke dalam orang orang yang diringankan dalam melakukan ibadah istimewa ini. Aamiin.

BERBAGI TAK PERNAH RUGI

Begitu banyak keraguan yang berkecamuk di hati ketika ada niat berbagi. “Jika kita berbagi uang, nanti uang kita akan berkurang”, “kalau kita berbagi ilmu, maka ilmu kita akan perlahan menghilang” begitulah yang selama ini kita pikirkan.

Padahal saat kita berbagi uang/bersedekah, maka justru rezeki uang kita akan semakin banyak dan terkadang datangnya rezeki tersebut dari arah yang tidak kita sangka-sangka sebelumnya

Berbagi itu bukan hanya soal uang atau materi, segala hal kebaikan yang bermanfaat untuk banyak orang bisa kita bagi seperti ilmu, tenaga, waktu atau hal lainnya.

Berbagilah sesuai kemampuan kita dan jangan ditunda-tunda, lakukan segera karena kita tak akan kehilangan apapun dengan berbagi. Berbagi tak pernah rugi, justru dengan berbagi akan memperkaya hati dan menambah rezeki, Insya Allah

BAZNAS Kota Denpasar Berikan Beasiswa Kepada 30 Anak Yatim Piatu,Fakir Dan Dhuafa

Pandemi membuat dampak yang sangat memprihatinkan, adik-adik kita yang masih duduk dibangku sekolah teracam tidak bisa melanjutkan pendidikannya, karena orang tua di PHK,dirumahkan,usaha bangkrut bahkan gulung tikar, sehingga tidak mampu membayar biaya sekolah,beli hp dan beli paket data untuk belajar on line

Dalam situasi seperti ini yang sangat memprihatinkan adalah Anak Yatim Piatu, Fakir Dan Dhuafa yang sudah tidak memiliki orang tua, baik bapaknya atau ibunya, atau bahkan dua-duanya

Ditegah kesulitan karena dampak pandemi BAZNAS Kota Denpasar, tetap optimis memberikan beasiswa kepada Anak Yatim Piatu,Fakir Miskin Dan Dhuafa

Alhamdulillah, sebanyak 30 mustahik, termasuk beasiswa ful sampai lulus sekolah telah diberikan oleh BAZNAS Kota Denpasar kepada Anak Yatim Piatu, Fakir Dan Dhuafa

Feri Hendri Sebagai Ketua BAZNAS Kota Denpasar mengajak kepada Masyarakat untuk menyisihkan sebagian rizkinya untuk beasiswa anak Yatim Piatu,Fakir Dan Dhuafa, dan terimakasih kepada para donatur yang sudah berzakat dan bersedekah melalui BAZNAS Kota Denpasar”

BEASISWA PASCA PANDEMI

Tidak sedikit orang tua yang terdampak pandemi Covid-19, mereka yang kehilangan mata pencaharian, usahanya gulung tikar, hingga terkena PHK. Akibatnya banyak anak Indonesia terancam putus sekolah karena kesulitan memenuhi biaya pendidikan.

BAZNAS Kota Denpasar, mengajak masyarakat untuk membantu para siswa yang terdampak Covid-19 untuk bisa terus bersekolah.

Mari selamatkan generasi bangsa dari putus sekolah akibat pandemi Covid-19 dengan cara bersedekah melalui Transfer :

Open chat
1
Butuh Bantuan
Assalamualaikum..
Ada yang bisa kami bantu?