Terus terang, saya menuliskan cerita ini dengan hati yang penuh haru, bercampur kagum, melihat ke gigihan, dan semangat seorang anak yang masih berusia 10 tahun, buru-buru pulang dari sekolahnya hanya untuk membantu ibu nya menjual peyek yang di titipkan ke warung-warung.

sengatan tajam matahari menembus celah jahitan bajunya, tidak membuatnya surut membantu ibunya memegang keranjang peyek saat ibunya membocengnya menuju warung tempat penitipan peyek ibunya, karena itu merupakan pekerjaan sampingannya

Umi Maskanah yang akrab disapa Umi, kini berusia 10 tahun, dan sedang duduk di bangku kelas 3 MI. Adik Umi tinggal berdua dengan sang Ibu.

Adik Umi adalah seorang anak Yatim, yang ditinggal wafat oleh sang ayah saat ia berusia 4 bulan.

Kini sang Ibulah yang menjadi tulang punggung untuk membiayai kebutuhan hidup dan biaya sekolah Adik Umi. Ibunda Adik Umi bekerja ditempat catering sebagai tukang masak,
Adik Umi sangat aktif disekolahnya, ia mengikuti berbagai kegiatan salah satunya menari, ia anak yang rajin belajar dan juga mempunyai cita-cita menjadi seorang guru.

Mengingat peran dan tugas Baznas Kota Denpasar terus bergerak menebar berkah membantu orang-orang yang kurang mampu, termasuk beberapa siswa dan siswi di sekolah Permata Hati, berdasarkan hasil Survei Amil Baznas Kota Denpasar, Adik Umi tersebut merupakan anak yatim dan dhuafa. Alhamdulillah team Baznas Kota Denpasar. sudah memberikan beasiswa kepada adek ummi

Share This
Open chat
1
Butuh Bantuan
Assalamualaikum..
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by