0813-3985-1650

Bantu Berobat Keluarkan Cairan Beracun Dalam Tubuh Ibu Istikomah

Kondisi tubuh ibu istikomah kian membengkak karenacairan racun dalam tubuhnya

Hai #sahabatBAZNAS Kota Denpasar

Yuk Bantu biyaya berobat keluarkan cairan beracun dalam tubuh ibu Istikomah

Ibu istiqomah adalah seorang janda tua yang tinggal bersama dua anaknya IKA (21) dan Eki ananta (18 Th) semenjak anaknya yang pertama IKA tumbuh dewasa usia ibunya pun semakin tua dan sering sakit-sakitan, semenjak itu pula anaknya yang pertama  IKA menjadi tulang punngung keluarganya, membayar kosa-kosan,membiayayai sekolah adiknya dan kebutuhan hidup sehari-harinya

IKA bekerja disebuah perusahaan trevel Umrah, disitulah dia mendapatkan penghasilan,untuk kebutuhan hidup dan kebutuhan biyaya sekolah adiknya, tapi situasi berkata lain, semenjak merebaknya pandemi COVID-19 membuat kantor tempatnya bekerja tutup, sehingga IKA dirumahkan dan tidak mendapatkan pengahasilan apapun, mencoba ihtiar melamar pekerjaan ditempat lain tapi tidak ada yang menerima karena lagi-lagi situasi COVI-19

Dalam waktu yang bersamaan, ibunya mengalami sakit yang komplikasi, sebelumnya pernah operasi batu ginjal, dan sekarang sakit lagi komplikasi (sakit jantung,batu ginjal dan lambung)

Sudah sebulan terbaring lemas, sulit makan, sering muntah,dan demam, sehingga disarankan oleh dokter untuk cek lab ke dokter spesialis, karena cairan dalam tubuhnya harus dikeluarkan jika tidak akan  menjadi racun dalam tubuhnya yang akan menyerang organ lainnya dan akan menimbulkankan penyakit baru

Hasil survei team BAZNAS Kota Denpasar Ibu Istiokamah mempunya BPJS yang nungga pembayaran mulai Tahu 2019 Untuk mengaktifkan kembali harus menembus pembayaran tiga juta (3.000.000)

Dengan ini kami mengajak donatur untuk membantu meringankam beban pengobatan Ibu ISTIKOMAH  

Semoga dengan uluran tangan kita bersama, Allah meridhoi dan selalu memberikan kesehatan, keberkahan serta kelapangan hidup kepada kita smua. Aamiin

BANTU BIYAYA BEROBAT KELUARKAN CAIRAN RACUN DALAM TUBUH IBU ISTIKOMAH

Kondisi tubuh ibu ISTIKOMAH kaian membengkak meskipun susah makan, karena pengaruh cairan racun dalam tubuhnya

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Hai #sahabatBAZNABali

Yuk Bantu Sembuhkan Batu Ginjal Ibu Istiqomah

Ibu istiqomah adalah seorang janda tua yang tinggal bersama dua anaknya IKA (21) dan Eki ananta (18 Th) semenjak anaknya yang pertama IKA tumbuh dewasa usia ibunya pun semakin tua dan sering sakit-sakitan, semenjak itu pula anaknya yang pertama  IKA menjadi tulang punngung keluarganya, membayar kosa-kosan,membiayayai sekolah adiknya dan kebutuhan hidup sehari-harinya

Awalnya IKA bekerja disebuah perusahaan trevel Umrah, disitulah dia mendapatkan gaji untuk kebutuhan hidup dan kebutuhan biyaya sekolah adiknya, tapi situasi berkata lain, semenjak merebaknya pandemi COVID-19 membuat tempatnya bekerja tutup, sehingga IKA tidak bekeraja dan tidak mendapatkan pengahasilan apapun, mencoba ihtiar melamar pekerjaan ditempat lain tapi tidak ada yang menerima karena lagi-lagi situasi COVI-19

Dalam waktu yang bersamaan ibunya mengalami sakit yang komplikasi, sebelumnya pernah operasi batu ginjal, dan sekarang sakit lagi komplikasi (sakit jantung,batu ginjal dan lambung)

Sudah sebulan terbaring lemas, sulit makan, sering muntah,dan demam sehingga disarankan oleh dokter untuk cek lab ke dokter spesialis, karena cairan dalam tubuhnya harus dikeluarkan jika tidak akan  menjadi racun dan tubuhnya akan mengalami pembengkakan

Hasil survei team BAZNAS Kota Denpasar Ibu Istiokamah mempunya BPJS yang nungga pembayaran mulai tahu 2019 Untuk mengaktifkan kembali harus menembus pembayaran tiga juta (3.000.000)

Dengan ini kami mengajak donatur untuk membantu meringankam beban pengobatan Ibu ISTIKOMAH  

Semoga dengan uluran tangan kita bersama, Allah meridhoi dan selalu memberikan kesehatan, keberkahan serta kelapangan hidup kepada kita smua. Aamiin

BANTU KELUARKAN CAIRAN RACUN DALAM TUBUH IBU ISTIKOMAH

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Kondisi IBU ISTIOKAMH meskipun jarang makan berat badannya tidak menurut bahkan cenderung naik, berdasarkan keterangan dokter karena pengaruh cairan yang ada dalam tubuhnya

Hai #sahabatBAZNABali

Yuk Bantu Sembuhkan Batu Ginjal Ibu Istiqomah

Ibu istiqomah adalah seorang janda tua yang tinggal bersama dua anaknya IKA (21) dan Eki ananta (18 Th) semenjak anaknya yang pertama IKA tumbuh dewasa usia ibunya pun semakin tua dan sering sakit-sakitan, semenjak itu pula anaknya yang pertama  IKA menjadi tulang punngung keluarganya, membayar kosa-kosan,membiayayai sekolah adiknya dan kebutuhan hidup sehari-harinya

Awalnya IKA bekerja disebuah perusahaan trevel Umrah, disitulah dia mendapatkan gaji untuk kebutuhan hidup dan kebutuhan biyaya sekolah adiknya, tapi situasi berkata lain, semenjak merebaknya pandemi COVID-19 membuat tempatnya bekerja tutup, sehingga IKA tidak bekeraja dan tidak mendapatkan pengahasilan apapun, mencoba ihtiar melamar pekerjaan ditempat lain tapi tidak ada yang menerima karena lagi-lagi situasi COVI-19

Dalam waktu yang bersamaan ibunya mengalami sakit yang komplikasi, sebelumnya pernah operasi batu ginjal, dan sekarang sakit lagi komplikasi (sakit jantung,batu ginjal dan lambung)

Sudah sebulan terbaring lemas, sulit makan, sering muntah,dan demam sehingga disarankan oleh dokter untuk cek lab ke dokter spesialis, karena cairan dalam tubuhnya harus dikeluarkan jika tidak akan  menjadi racun dan tubuhnya akan mengalami pembengkakan

Hasil survei team BAZNAS Kota Denpasar Ibu Istiokamah mempunya BPJS yang nungga pembayaran mulai tahu 2019 Untuk mengaktifkan kembali harus menembus pembayaran tiga juta (3.000.000)

Dengan ini kami mengajak donatur untuk membantu meringankam beban pengobatan Ibu ISTIKOMAH  

Semoga dengan uluran tangan kita bersama, Allah meridhoi dan selalu memberikan kesehatan, keberkahan serta kelapangan hidup kepada kita smua. Aamiin

Tips Memilih Hewan Qurban Saat COVID-19

Ibadah kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha dilakukan setiap 10 Dzulhijjah.

Namun pada masa tatanan kenormalan baru (New Normal)  ada peraturan kegiatan yang disesuaikan dengan penerapan protokol kesehatan.

Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19.Selain harus mematuhi aturan dari protokol kesehatan, bagi seluruh umat muslim yang hendak berkurban harus memilih hewan kurban sesuai syariatnya.

Dilansir dari baznas.go.id, untuk kurban, hewan yang diperbolehkan adalah sapi dan kambing, yang umurnya 2 tahun memasuki umur ke 3.

Selain itu domba juga diperbolehkan, yakni yang memasuki tahun ke 2, sedangkan unta yang diperbolehkan adalah yang genap berusia 5 tahun dan memasuki tahun ke 6.

Lalu bagaimana cara memilih hewan kurban yang sesuai dengan syariat?

Berikut kami rangkum TIPS memilih hewan kurban dikutip dari dinas peternakan dan hewan

1. Sehat

Hewan yang dikurbankan harus sehat, yaitu dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Memiliki bulu bersih dan mengkilat
  2. Hewan berbadan gemuk dan lincah
  3. Hewan kurban memiliki muka cerah
    – Nafsu makan hewan baik
  4. Luang kumlah (mulut, mata, hidung, telinga dan anus) bersih dan normal
  5. Suhu badan hewan normal, yaitu 37 derajat celcius, atau tidak sedang demam


2.Tidak CacatHewan yang akan dikurbankan tidak boleh memiliki cacat, berikut ciri-cirinya:

  1. Hewan kurban tidak pincang
  2. Hewan kurban tidak mengalami kebutaan
  3. Telinga hewan tidak rusak (tetapi kesepakatan ulama bahwa bekas Eartag atau penanda lainnya bisa digunakan untuk kurban/ bukan suatu kecacatan)


3. Cukup Umur

Hewan yang akan disembelih harus cukup umur, cir-cirinya sebagai berikut:

  1. Kambing/domba: Umur lebih dari 1 (satu) tahun dengan ditandai tumbuhnya sepasang gigi tetap.
  2. Sapi/kerbau: Umur lebih dari 2 tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.
  3. Hewan kurban tidak kurus
  4. Jantan (tidak kastrasi/kebiri)
  5. Testis atau buah zakar masih lengkap (2 buah), bentuk dan letaknya simetris
    Umat muslim diperbolehkan melakukan kurban secara kolektif atau bersama-sama untuk hewan kurban sapi.Kurban secara kolektif ini dilakukan sebanyak tujuh orang untuk kurban sapi, sementara kambing hanya boleh satu orang saja.


Dilansir dari Surat Edaran Menteri Agama Nomor: SE. 18 Tahun 2020, Penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban harus memnuhi persyaratan sebagai berikut:

4. Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), meliputi

  1. Pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan.
  2. Penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, hanya dihadiri oleh panitia dan pihak yang berkurban.
  3. Pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan dan pengemasan daging.
  4. Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik.

5.Penerapan kebersihan personal panitia, meliputi:

  1. Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu oleh petugas.
  2. Panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang serta jeroan harus dibedakan.
  3. Setiap panitia yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan dan pendistribusian daging hewan kurban harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang dan sarung tangan selama di area penyembelihan.
  4. Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para panitia agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.
  5. Panitia menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah.
  6. Panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga.

6. Penerapan kebersihan alat, meliputi:

  1. Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan.
  2. Menerapkan sistem satu orang satu alat, jika pada kondisi tertentu seorang panitia harus menggunakan alat lain maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.

KEMANA PENYALURAN KURBAN ONLINE BAZNAS KOTA DENPASAR?

Idul Adha membuat seluruh umat muslim bersiap menyambut hari raya kurban.

Sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, hari raya kurban tahun ini akan terlaksana di tengah pandemi Covid-19.

Untuk itu, agar ibadah kurban tetap terlaksana dengan mudah dan nyaman BAZNAS memberikan kemudahan layanan berkurban melalui program Kurban Online BAZNAS.

Ada 6 golongan penerima manfaat yang akan menjadi prioritas BAZNAS dalam pendistribusian Kurban Tunaikan kurban anda melalui BAZNAS dengan mudah dan amanah di Online

BOLEHKAH BERKURBAN SECARA KOLEKTIF?

Ada banyak persiapan sebelum melaksanakan ibadah kurban, salah satunya menentukan hewan apa yang akan dikurbankan. Beberapa orang memilih untuk berkurban secara kolektif, seperti apa hukumnya? Simak ketentuannya berikut ini

Sebuah hadits dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَشْتَرِكَ فِي الإِبِلِ وَالْبَقَرِ كُلَّ سَبَعَةٍ مِنَّا فِي بَدَنَةٍ

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan kami patungan pada sesekor unta dan sapi. Setiap 7 orang dari kami berserikat dalam satu ekor.” (HR. Muslim)

Dari hadits tersebut maka seekor sapi dapat dikurbankan secara kolektif untuk 7 orang.

Lalu apakah sama hal nya dengan kambing?

“Aku pernah bertanya pada Ayyub Al-Anshori, bagaimana qurban di masa Rasulullah Sallallahu Alaihi wa salam? Lalu, beliau menjawab: “Seseorang biasa berqurban dengan seekor kambing yang diniatkan untuk dirinya dan satu keluarganya. Lalu, mereka memakan qurban tersebut dan memberikan makan untuk yang lainnya.” dari Hadist Riwayat Tirmidzi No. 1505, sahih.

Jadi kambing dapat dikurbankan untuk satu 1 orang, atau atas nama keluarga (dengan perwakilan satu nama di sebuah keluarga) agar pahala kurban sampai untuk dirinya dan keluarganya.

Tunaikan ibadah kurban anda dengan mudah dan amanah melalui Kurban Online BAZNAS 2020

Open chat
1
Butuh Bantuan
Assalamualaikum..
Ada yang bisa kami bantu?